Rabu, 17 Juni 2009

Filosofi Hidup Lebah

Pola hidup lebah adalah sesuatu yang patut kita cermati. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya). Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih saja. Lebah sangat jauh berbeba dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.



Sifat-sifat kebaikan yang terdapat pada lebah antara lain:
1. Tidak pernah merusakkan
Lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi.
Begitu jugalah seharusnya manusia. Dia tidak pernah melakukan kerusakan dalam hal apapun. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman dan kemudaratan itu.

2. Bekerja keras
Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari sarangnya (saat menetas), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Begitu jugalah seharusnya manusia, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Kerja keras dan semangat pantang menyerah itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.

3. Selalu mendatangkan sesuatu yang bersih dan bermanfaat.
Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan dan manfaat, sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan. Begitu jugalah seharusnya manusia, harus selalu bisa berusahan mendatangkan manfaat untuk alam sekitar dan manusia lainnya.

4. Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itu jugalah yang seharusnya dilakukan semua anak manusia.

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan seperti apapun, manusia seyogyanya berbuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikan, manusia berkewajiban menjadikan kehidupan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera. Maka jadilah dia Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.

Dan satu hal lagi terkait masalah agresifitas kawanan lebah yang patut diadopsi oleh manusia dalam tatanan berkehidupan, yaitu:
  1. Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
  2. Lebah tidak pernah memulai serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam.
  3. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang.

Seharusnya seperti itu jugalah sikap seorang manusia yang bijak musuh tidak dicari, tapi jika ada, pantang untuk berlari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar